Artikel ini adalah Bukti bahwa:

 

   1.Injil telah di amandemen ( Kayak UUD 45 aja...)

   2.Injil teleh terkontaminasi tangan tangan manusia.

 

 

 

 

Mengenai Bible (1)

 

Kitab ini diturunkan pada Nabi Isa a.s dalam bahasa Yahudi Kuno(Ibrani).

 

Kitab pertama yang asli telah dimusnahkan oleh Paulus dari pihak Gereja Pauline pada 325 M. Semua naskah Injil

yang bertentangan dengan Injil resmi kerajaan Romawi saat itu dibakar. Siapa saja yang memiliki salinan naskah

asli dihukum mati. Kitab Injil tertua saat ini ada dalam bahasa Yunani Kuno, bukan Yahudi kuno (Ibrani). Terdiri

dari Kitab Perjanjian Lama (Old Testament) yang berisi Taurat dan Zabur serta Kitab Perjanjian Baru (New

Testament) yang berisi Injil Markus, Matius, Lukas dan Yahya, perkataan Nabi Isa dan surat pendakwah (Paulus

).

 

Siapakah Yang Menulis Injil.

 

Di dalam kitab Injil terdapat 2 bagian yaitu Kitab Perjanjian Lama dan Kitab Perjanjian Baru. Namun begitu Umat

Kristian melarang penganutan terhadap Kitab Perjanjian Lama. Sebelum diadakan usaha-usaha membentuk kitab

Perjanjian Baru, kitab Injil terdiri daripada 75 bab / surah. Surah ini dikarang oleh perseorangan atau kumpulan

pendeta. Inilah yang menyebabkan kitab tersebut mengandung banyak pertentangan dan perbedaan yang serius

dan nyata. Pengumpul-pengumpul kitab tersebut juga tidak hidup semasa zaman Nabi Isa atau tatkala Nabi Isa

masih hidup. Kebanyakan mereka lahir selepas 20-40 tahun setelah peristiwa penyaliban.

 

Kitab Perjanjian Baru ini baru ada semasa persidangan Nicea pada tahun 325 M di mana semua ketua gereja

berkumpul untuk menentukan kembali isi kitab Injil. Sejumlah 27 risalah saja dari sekian banyak risalah

ditentukan sebagai yang betul, setelah itu 27 risalah ini dijilidkan menjadi kitab Perjanjian Baru.

 

Kitab perjanjian ini terdiri dari sejarah dan pelajaran. Bagian sejarah terkandung dalam Injil Matius, Markus,

Lukas dan Yahya. Sementara bagian pelajaran terdiri dari 21 risalah yaitu : 14 risalah Paulus, 3 risalah Yahya, 2

risalah Petrus, 1 Yakub dan Yahuda.

 

Injil Matius

 

Nama Injil Matius diambil dari nama pendeta Matius dari gereja Alexandria Mesir dalam bahasa Hebrew. Beliau

dipercayai sebagai orang pertama yang menghasilkan risalah kandungan sejarah. Hasil karangan Matius ini

dikarang 20 – 27 tahun setelah Nabi Isa tiada. Bahkan kitab asli karangan Matius sendiri telah hilang, ini diakui

sendiri oleh umat Kristian. Setelah itu injil dalam Bahasa Yunani dijumpai, dan dikatakan sebagai Injil karangan

Matius. Banyak tokoh Kristian menolak pendapat bahwa Injil ini merupakan karangan Matius, tetapi sebaliknya

merupakan karangan gurunya, Petrus.

 

Injil Lukas

 

Injil Lukas diambil dari nama pendeta Lukas dari tahun 25 – 30 M. Beliau juga tidak pernah bertemu Nabi Isa.

Banyak tokoh Kristian sendiri mengakui bahwa Injil karangan Lukas merupakan fakta palsu yang bukan

merupakan ajaran Nabi Isa. Sebenarnya beliau mengarang injil ini disebabkan tekanan geeja waktu itu. Begitu

juga dengan Markus dan Yahya. Kesemuanya tidak pernah hidup sezaman dengan Nabi Isa.

 

Injil Yahya

 

Kitab Injil Yahya diambil dari nama pendeta Yahya atau lebih dikenal sebagai Yohanes. Beliau merupakan putera

saudara perempuan Maryam yaitu ibu Nabi Isa. Yahya mengarang injilnya dalam bahasa Yunani antara tahun 45 –

65 M. Banyak pendeta meragukan kandungan Injil Yohanes ini. Bahkan Encyclopedia Britanica menegaskan

bahwa Injil yahya tidak syak lagi di karang oleh seorang mahasiswa Institusi Iskandariah dan bukannya karangan

Yahya.

 

Persoalan mengapa di dalamnya berisi Taurat juga tidak dapat di jawab dengan pasti dan tepat. Ini mungkin juga

merupakan bukti bahwa orang Yahudi selalu ingin memalsukan fakta Injil asli, karena bagi mereka, Yahudi,

mereka senang bila dapat menyesatkan kaum Kristian dari ajaran asli Nabi Isa, dan mereka berhasil.

 

Persidangan Nicea

 

Menurut perkiraan para ahli sejarah, kitab Injil yang masih asli belum diikuti campur tangan para pendeta, masih

ada hingga 325 M. Setelah tahun 325 M, kitab ini mulai dinodai oleh Raja Konstantin Rom pada Persidangan

Nicea. Karena semasa persidangan ini terdapat perdebatan dan pertentangan pendapat mengenai ketuhanan dan

kenabian Isa, perdebatan dalam ajaran pokok, akidahnya.

 

Satu pendapat (Golongan Arius) mengatakan bahwa Nabi Isa hanyalah seorang manusia dan Nabi yang membawa

ajaran agama dari Tuhan. Satu pihak lagi mengatakan bahwa Nabi Isa ialah "anak Tuhan". Pendapat tentang Isa

"anak tuhan" ini didukung oleh pihak gereja dari Alexandria yang diketuai oleh penolong Bishop Iskandariah

bernama Athanasius.

 

Raja Konstantin mempunyai niat tersirat untuk campur tangan dalam hal agama, demi menjaga hak politiknya

agar tidak jatuh ke tangan orang lain. Semasa persidangan tersebut, sebanyak 2048 orang Uskup telah hadir

untuk membincangkan perselisihan pendapat mengenai Nabi Isa.

 

Sebanyak 1730 orang telah setuju bahwa Nabi Isa adalah seorang manusia biasa yang diutus Allah, 318 orang

mengatakan bahwa Isa ialah Anak Tuhan. Walau bagaimanapun majoritas pendapat ini ditolak mentah-mentah

Raja Konstantin dan mengambil pendapat minoritas, yaitu Nabi Isa adalah seorang anak Tuhan.

 

Arius ketua pendukung bahwa Nabi Isa bukan anak Tuhan.

 

Arius (250-336 M) adalah salah seorang murid utama Lucian berbangsa Libya yang juga bersama-sama dengan

gurunya menegakkan ajaran Tauhid kepada Allah, Arius merupakan seorang presbyter (ketua majelis agama /

 

gereja) digereja Baucalis Alexandria, salah satu gereja tertua dan terpenting di kota itu pada tahun 318 M.

 

Sejak mangkatnya Lucian pada tahun 312 M ditangan orang-orang gereja Paulus, perlawanan Arius terhadap

doktrin Trinity semakin memuncak, dan dalam perjuangannya ini, Arius mendapatkan dukungan dua orang

saudara Kaisar Constantin yang bernama Constantina dan Licunes.

 

Arius dianggap sebagai seorang pemberontak Trinity dengan mendasarkan

 

teori:

 

"Jika Jesus itu benar-benar anak Tuhan atau Tuhan itu sendiri, maka Bapa harus ada lebih dahulu. Oleh karena

itu harus ada "masa" sebelum adanya anak. Artinya anak adalah makhluk. Maka anak itu pun tidak selamanya

ada atau tidak abadi. Sedangkan Tuhan yang sebenarnya haruslah abadi, berarti Jesus tidaklah sama dengan

Tuhan."

 

Atas pandangan Arius tersebut, sebanyak 100 orang pendeta Mesir dan Libya berkumpul untuk mendengar

pandangan Arius. Pada waktu inilah juga Arius mengemukakan kembali pendangannya :

 

"Ada masa sebelum adanya Jesus, sedangkan Tuhan sudah ada sebelumnya. Jesus ada kemudian, dan Jesus

hanyalah makhluk biasa yang bisa binasa seperti makhluk-makhluk lainnya. Tetapi Tuhan tidak mungkin binasa."

 

Arius memperkuat pendapatnya dengan sejumlah ayat-ayat Bible seperti Yohanes 14:8, "Bapa lebih besar

daripada Jesus"; Seandainya kita mengakui bahwa Jesus adalah sama dengan Tuhan, maka kita harus menolak

kebenaran ayat Yohanes tersebut.

 

Pendapat Arius ini secara sederhana dapat dijelaskan sebagai berikut : „Jika Jesus memang "anak Tuhan", maka

akan segera disertai pengertian bahwa "Bapak Tuhan" haruslah ada terlebih dahulu sebelum adanya sang

"Anak".

 

Oleh sebab itu tentulah akan terdapat jurang waktu ketika "Anak" belum ada. Oleh karena, "Anak" adalah

makhluk yang tersusun dari sebuah "esensi" atau makhluk yang tidak selalu ada.

 

Dan Tuhan merupakan suatu zat yang bersifat mutlak, kekal, tidak terlihat dan berkuasa, maka Jesus tidak

mungkin bisa menjadi sifat yang sama sebagaimana sifat Tuhan.

 

Argumen Arius ini tidak dapat dilawan lagi, maka mulai tahun 321 M Arius dikenal sebagai seorang presbyter

pembangkang. Ia mendapat banyak dukungan dari Uskup-uskup daerah Timur. Hal ini membuat Alexandria (yang

pernah menghukum mati Origen tahun 250 M) menjadi semakin marah.

 

Arius pula orangnya yang sangat menentang keras keputusan Nicea pada tahun 325 M, sehingga senantiasa

mendapatkan tantangan dari orang-orang gereja Paulus. Pada tahun 336 Arius dibunuh di Constantinopel dalam

satu muslihat yang licik.

 

Setelah pembunuhan ini segala usaha menentang trinitas dilawan habis-habisan. Naskah Injil diseragamkan.

Naskah yang tidak sama dengan pihak Gereja Pauline dimusnahkan, dihapuskan di bumi Kerajaan Romawi. Inilah

sejarah awal tersesatnya ajaran Kristian.

 

Dalam persidangan Nicea, beberapa Doktrin diperkenalkan, diantaranya Doktrin Trinitas dan Doktrin Penebusan

Dosa. Konsep Trinitas sebenarnya telah direka oleh Athanasius, seorang pegawai Gereja Mesir dari Iskandariah,

diterima oleh Majelis Nicaea pada 325 M.

 

Konsep Trinity [KeEsaan Tiga] ini serupa filsafat Plato, kepercayaan Yunani, ‘Neo - Platonisme" yang

mempercayai "Tiga Kekuatan". Kemungkinan doktrin trinitas tertulari kepercayaan Yunani kuno ini. Trinity yang

di pelopori oleh Paulus merupakan ajaran agama Yunani- Romawi, yaitu kerajaan yang berkuasa di Rom pada

masa itu. Jadi paham trinitas dari Katolik Roma atau pun aliran kristen yang lain jelas merupakan hasil proses

masuknya ajaran lain dalam ajaran Isa, dan bukannya ajaran asli Nabi Isa sendiri !.

 

Begitu juga dengan Dokrin Penghapusan Dosa yang dipelopori Gereja Alexandria di mana mereka mengatakan

bahwa Nabi Isa telah disalib demi tujuan menyelamatkan seluruh umat manusia. Ajaran ini juga jelas hasil proses

masuknya ajaran agama romawi Kuno. Hari Minggu yang dianggap hari Suci bagi agama Kristian merupakan hasil

pengaruh daripada Kepercayaan ini dan tanggal 25 Desember yang diperingati sebagai Natal, Sebenarnya

merupakan tanggal kelahiran tuhan Matahari mereka yaitu "Mithra" dan jelas bukan tanggal lahir Nabi Isa.

 

 

 

Mengenai Bible (2)

 

Mulai tahun 1582 di Rheims, Bible diterjemahkan dari bahasa Latin

berdasarkan Bible Versi Tyndale. (Yang digunakan Gereja Katolik

Rom) juga dikenali sebagai Roman Katolik Version. Ini merupakan

versi bible yang tertua yang dikenal.

 

Sejak itu sebanyak 4 kali terjemahan telah dibuat. Pada tahun 1611 King

James I telah memerintahkan supaya dilakukan penulisan ulang karena

terdapatnya pertentangan yang meragukan. Versi penulisan ulang ini

kini dinamakan King James Version (KJV) yaitu dengan tidak

memasukkan 7 buku kecil (bab). Versi ini selanjutnya dirilis ulang pada

tahun 1881 dan diperbaharui pada tahun 1952 dan 1971. kedua Versi

terakhir ini dinamakan Revised Standard Version (RSV).

 

Collin yaitu percetakan yang mengeluarkan Revised Standard Version (

RSV ) melaporkan bahwa :

 

"Meskipun begitu, Versi Raja James memiliki cacatan-cacat yang

serius, dan cacat ini ada terlalu banyak dan terlalu serius sehingga satu

penulisan ulang masih benar-benar diperlukan."

 

Pada masa kini terdapat lebih kurang 1.500 naskah Bible pelbagai

bahasa, telah diterjemahkan ke dalam bahasa ibu suatu negara dan

ethniknya. Bagaimana pula jauhnya penyimpangan mengingat

keterbatasan kosakata setiap bahasa? Dan manakah yang bisa

dijadikan standar pengajaran?

 

Umat Kristian sendiri ada yang secara jujur dan arif mengakui bahwa

Injil telah dinodai oleh tangan mereka sendiri. Bagaimanakah umat

Kristian di Indonesia, apakah berani sejujur ini ? :

 

1. The Bible Society Of Singapore, Malaysia & Brunei 1987 Perjanjian

Baharu Berita Baik Untuk Manusia Moden Pendahuluan

 

"…….Walaupun kandungan kitab-kitab ini berlainan, tetapi diseluruh

kitab ini pokok fikirannya satu. Kesatuannya ialah bahwa kasih Allah

telah dinyatakan kepada manusia dengan perantaraan Yesus Kristus.

 

"Tiap-tiap kitab didahului oleh pendahuluan, yang menerangkan pokok

 

fikiran dan garis besar kitab itu. Ayat yang ditandai dengan [ ]

 

bererti ayat tersebut tidak terdapat pada naskah perjanjian Baharu yang

tertua dan terbaik.

 

Contoh ayat yang memiliki tanda [ ] dalam Perjanjian Baru :

 

1. Matius 6 : 13

 

… [ Engkaulah raja engkaulah,dan engkaulah yang mempunyai kuasa

dan kemuliaan selama-lamanya ]

 

2. Matius 23 : 14

 

[ alangkah dasyatnya bagi kamu guru-guru Taurat dan orang Farisi :

kamu munafik! , kamu memperdayakan janda-janda dan merampas

rumah-rumah mereka, lalu berpura-pura berdoa panjang-panjang, sebab

itu, hukuman kamu akan menjadi lebih berat.! ]

 

3. Markus 7 : 15

 

[ Sebab itu, jika kamu bertelinga, dengarkanlah! ]

 

4. Markus 10 : 44 & 46

 

[ Di sana ulatnya tidak mati-mati dan apinya tidak padam-padam ] 44 [

Di sana ulatnya tidak mati-mati dan apinya tidak padam-padam ] 46

 

5. Lukas 17 : 36

 

[ Dua orang laki-laki yang sedang berada di ladang : seorang akan , dan

seorang lagi ditinggalkan ]

 

6. Lukas 22 : 19 – 20

 

" inilah tubuhku [ yang diberikan untuk kamu. Buatlah sedemikian

untuk memperingati aku." ………. "cawan ini ialah perjanjian Allah

yang Baharu, yang dimenteraikan dengan darahku, darah yang

ditumpahkan untuk kamu ]

 

7. Lukas 22 : 43 – 44

 

[ Seorang malaikat tampak kepadanya dan menguatkannya karena

penderitaan nya lebih tekun lagi dia berdoa, sehingga peluhnya menitik

ke tanah seperti darah. ]

 

8. Lukas 23 : 17

 

[ Pada tiap perayaan paskah, Pilatus melepaskan seorang tahanan bagi

rakyat ]

 

Bukti di atas merupakan sebagian saja yang telah ditambah dan

berapakah jumlah ayat yang telah ditambah / dikurangkan sebenarnya?

Tidak diketahui jumlahnya !. Sejarah telah jujur dan nyata membuktikan

bahwa Injil telah mengalami banyak perubahan selama berabad-abad.

The Revised Standard Version 1952 & 1971, The New American

Standart Bible dan The New World Transalation Of The Holly scriptures

telah menghapuskan beberapa ayat dalam The King James Version.

Reader’s Digest telah mengurangi isi kandungan Kitab Perjanjian Lama

sebanyak 50 % dan Kitab Perjanjian Baru sebanyak 25 %.

 

Persoalan yang timbul di sini ialah :

 

- Dari mana datangnya ayat di atas ?

 

- Siapa yang mengarang ayat tersebut ?

 

- Sebenarnya ayaqt mana saja yang masih perlu diuji kesahihannya?

 

"Di antara mereka itu ada satu golongan yang memutar belitkan

lidahnya dengan (membaca) Kitab supaya kamu kira bahwa kitab itu

dari Allah padahal ianya bukanlah dari sisi Allah dan sedang mereka

berdusta terhadap Allah sedang mereka mengetahui...." (Surah 3:78)

 

Contoh peristiwa besar yang bertentangan dengan akal atau ayat yang

 

saling bertentangan :

 

1. Nabi Daud berzina dengan istri orang lain

 

II Samuel 11 : 4-5

 

"Dan Nabi Daud mengantar para utusan, dan mengambilnya (isteri

Uriah); lalu ia datangi dan tidur bersama maka setelah perempuan itu

membersihkan dirinya, lalu kembali ke rumahnya. Dan wanita itu telah

hamil, lalu mengirim dan memberitahu Daud dan katanya saya bersama

bayi".

 

Mungkinkah ini ayat dari Allah? Atau ditulis oleh rasul suci ?

Berpikirlah !

 

2. Nabi Nuh Mabuk dan Bugil

 

Kejadian 9 : 23 – 24

 

" Dan Shem dan Japhet mengambil sehelai pakaian, dan meletakan di

atas bahu mereka, dan berjalan undur ke belakang dan menutup tubuh

bapanya yang telanjang dan muka mereka membelakangi bapa mereka

agar tidak melihat tubuh bapa mereka yang bugil itu. Dan Nuh tersadar

dari araknya, dia tahu apa yang telah dilakukan oleh kedua anaknya".

 

Apakah Allah mengutus Nabi Nuh yang digambarkan berperilaku

seperti itu ? Berpikirlah ! Mungkinkah ini penyelewengan yang

dilakukan Yahudi untuk menyesatkan kaum kristian?

 

3. Kematian Yudas Pengkhianat, bandingkan !

 

Matius 27 : 3 - 5

 

"… Bila Yudas melihat Yesus telah dijatuhkan hukuman mati, dia

menyesal lalu dia mengembalikan 30 uang perak upahnya kepada imam

Yahudi; dan berkata : Aku telah berdosa mengkhianati orang yang tidak

berdosa sehingga dihukum mati. Yudas melempar uang itu ke dalam

bilik sembahyang , lalu dia menggantungkan diri.

 

Kisah Para Rasul 1 : 18 – 19

 

Apa yang terjadi yaitu dengan uang yang diterima Yudas dari

perbuatannya yang jahat itu, dia membeli sebidang tanah. Di situ dia

tersungkur mati. Badannya terbelah dan perutnya terburai. Semua orang

yang tinggal di Yerusalem mendengar kejadian ini."

 

4. Misteri Malkisedik

 

Ibrani 7 : 1 – 3 : "Adapun Malkisedik itu, yaitu raja di Salem dan Imam

Allah Taala, yang sudah berjumpa dengan Ibrahim tatkala Ibrahim

kembali daripada menewaskan raja-raja lalu diberkatinya Ibrahim."

"Kepadanya juga Ibrahim sudah memberi bagian sepuluh esa. Makna

Malkisedik itu kalau diterjemahkan, pertama-tama artinya raja

keadilan, kemudian pula raja di Salem, yaitu raja damai." Yang tiada

berbapak dan tiada beribu, dan tiada bersilsilah dan tiada berawal atau

berkesudahan hidupnya, melainkan ia disamakan dengan Anak Allah,

maka kekallah ia imam selama-lamanya."

 

Jelas sekarang, bahwa Malkisedik seorang raja di Salem tanpa bapa

dan ibu, malah tiada silsilahnya. Apakah cerita yang disebutkan dalam

Kitab Injil ini benar ayat dari Allah atau cuma dongeng purba atau

dongeng sebelum bobo buat adik bayi kita supaya tertidur ?

 

Kalau umat Kristian memuja kehebatan Yesus, memujanya anak tuhan,

bahkan Tuhan itu sendiri, yang tidak berawal serta berakhir, maka

kenapa Malkisedik yang sakti mandraguna ini tidak diangkat sebagai

salah satu cabang Tuhan juga ? mungkin bisa menjadi tokoh ke-4

memainkan peranan Tuhan.

 

Yesus ternyata tewas dibanding Malkisedik, Yesus masih dilahirkan

oleh Mariam atas kekuasaan Tuhan Bapa, sementara Malkisedik tidak

memiliki Bapa dan tidak memiliki ibu sama sekali, silsilahnya pun tidak

ada.

 

Jika memang Malkisedik ini kekal. Dimana beliau sekarang berada dan

sedang ngapain? Jadi masih mungkinkah kitab ini dipercaya, atau yang

mempercayainya masih serupa mereka yang mempercayai keris, tanpa

ilmu pengetahuan, hanya kebutaan ?

  

 

 

 

Mengenai Bible (3)

 

Kitab Suci / Holy Bible dalam agama kristen itu terbagi dalam dua

bagian, yaitu : Old Testament (Perjanjian Lama) dan New

Testament(Perjanjian Baru). Literatur kristen dalam bahasa Indonesia

memanggil salinan kitab suci itu dengan "Alkitab".

 

Biblia, yang merupakan Kitab Suci dalam agama Yahudi, dipanggil oleh

pihak kristen dengan Perjanjian Lama dan merupakan bagian dari kitab

suci agama kristen. Biblia itu terbagi atas tiga bagian : Torah dan

Nebiim dan Kethubiim.

 

Kitab suci agama Yahudi itu disebut juga „Perjanjian". Inti isinya

termaktub dalam Sepuluh Perintah (Ten Commadments) seperti termuat

 

dalam Keluaran (20: 1-12) dan dalam Ulangan (5:1-21), yang merupakan

perjanjian Yahuwa dengan bani Israil. Sepuluh Perintah itu termuat

dalam dua buah Luh, yang dibawa turun oleh Nabi Musa dari puncak

sebuah bukit batu di semenanjung Sinai, yang pada puncak yang

terpandang suci itu Nabi Musa menerimakan perjanjian dari Allah Maha

Kuasa (Yahuwa)

 

Di dalam hubungan perjanjian Yahuwa dengan bani Israil itu, Kitab Suci

Al-Qur'an dari agama Islam menyebut „Perjanjian" tersebut dalam

 

berbagai Surah dengan al-Mitsaq , (Baqarah, 27; Ra'ad, 27; Nisak, 153;

Maidah, 15; Baqarah, 63, 84,93; dan berbagai Surah lainnya), yang

bermakna: Perjanjian.

 

Karena pihak kristen berpendirian bahwa ketetapan yang diberikan

Allah Maha Kuasa kepada Jesus (Isa Al-Masih) itu pun merupakan

perjanjian, maka lahir dua istilah dalam dunia kristen, yaitu : Perjanjian

Lama dan Perjanjian Baru.

 

Perjanjian Baru / New Testament

 

Perjanjian Baru merupakan kitab suci yang paling azasi dalam agarna

kristen sekalipun dunia kristen itu mengakui kitab suci agama Yahudi

merupakan bagian dari kitab sucinya juga.

 

Perjanjian Baru itu terbagi atas empat bagian :

 

1. Gospels (himpunan Injil) terdiri atas empat Injil :

 

a. Injil Matius, karya Matius.

 

b. Injil Markus, karya Markus.

 

c. Injil Lukas, karya Lukas.

 

d. Injil Yahya, karya Yahya.

 

2. Acts of Apostles (Kisah Rasul-Rasul) terdiri atas sebuah kitab saja,

 

yang merupakan karya Lukas.

 

3. Epistles (himpunan Surat) terdiri dari 14 buah Surat Paulus (Rum,

Korintus Pertama, Korintus Kedua, Galatia, Epesus, Pilipi, Kolose,

Tesalonika Pertama. Tesalonika Kedua, Timotius Pertama, Timosius

Kedua, Titus, Pilemon, Ibrani, 1 buah Surat Yakub (James), 2 buah Surat

Peterus, 3 buah Surat Yahya, 1 buah Surat Yahuda.

 

4. Apocalypse (Wahyu) terdiri' atas sebuah kitab saja, yang merupakan

karya Yahya.

 

Perbandingan luas isi dari keempat-empat bagian itu, dengan meminjam

Kitab Perjanjian Baru cetakan 1955 yang diterbitkan Gedung Alkitab di

Jakarta, tercatat sebagai berikut :

 

Injil Matius : 93 halaman

 

Injil Markus : 60 halaman

 

Injil Lukas : 97 halaman

 

Injil Yahya : 74 halaman

 

Kisah Rasul-Rasul : 90 halaman

 

Surat Paulus : 216 halaman

 

Surat-surat lain : 43 halaman

 

Kitab Wahyu : 45 halaman

 

jumlah : 718 halaman

 

Melihat perbandingan luas isi di atas dapat disimpulkan suatu fakta

bahwa himpunan Surat-Surat Paulus itu merupakan bagian yang sangat

dominan di dalam Perjanjian Baru itu.

 

Synoptic Gospels

 

Keempat Injil di atas itu adalah tulisan empat tokoh mengenai

peristiwa-peristiwa dalam kehidupan Jesus, semenjak lahir sampai

 

menjalankan missinya dalam wilayah Galelia (Palestina Utara) dan

terakhir dalam wilayah Judea (Palestina Selatan).

 

Tiga Injil yang pertama (Matius, Markus, Lukas) itu disebut dengan

Synoptic Gospels, yakni Injil-Injil yang hampir bersamaan isinya.

 

Sekalipun dijumpai perbedaan-perbedaan kecil di sana sini mengenai

urutan Silsilah, urutan Kejadian, ragam Peristiwa, akan tetapi dalam

 

rangka keseluruhannya hampir bersamaan.

 

Kalangan Sarjana-sarjana-Bible (Biblical Scholars), yang melakukan

penelitian secara intensif terhadap satu persatu Injil itu,

 

menyimpulkan bahwa masing-masing penulis Injil sama-sama memungut

dari suatu Sumber Asal, akan tetapi Sumber-Asal (Q) itu sudah tidak

dijumpai kini dan tidak dikenal sama sekali.

 

Sebaliknya Injil Yahya mempunyai cara sendiri di dalam mengisahkan

kehidupan beserta missi dari Jesus itu. Baikpun urutan Kejadian

maupun ragam peristiwa agak jauh berbeda dengan 3 Injil yang disebut

Synoptic Gospels itu.

 

Perbedaan lainnya bahwa 3 lnjil yang pertama itu bercerita dalam bentuk

yang sederhana dan mudah dipahami, akan tetapi Injil Yahya telah

dipenuhi oleh ungkapan-ungkapan filosofis.

 

Perbedaan lainnya yang sangat tajam sekali ialah mengenai lama missi

yang dijalankan Jesus dalam wilayah Galelia dan wilayah Judea itu. 3

Injil pertama bercerita bahwa Jesus Kristus itu menjalankan missinya

dalam masa satu kali Perayaan Paskah, lalu tertangkap pada masa

perayaan Paskah itu di Jerusalem. Jadi, Jesus menjalankan missinya

dalam tempo lebih kurang satu tahun saja.

 

Tetapi Injil Yahya bercerita bahwa Jesus Kristus itu menjalankan

missinya dalam masa tiga kali Perayaan Paskah, dan terakhir ditangkap

dalam Perayaan Paskah di Jerusalem. Jadi menurut Yahya, Jesus

Kristus menjalankan missinya dalam tempo 3 tahun, bukan satu tahun

seperti keterangan ketiga Injil yang tergolong Synoptic Gospels itu.

 

Keempat Injil itu disusun penulisnya di dalam bahasa Greek kuno

(Yunani). Sedangkan Jesus Kristus lahir dan hidup dalam lingkungan

 

masyarakat Yahudi di Palestina, yang dewasa itu berada di bawah

kekuasaan imperium Roma, dan menjalankan missinya dalam

lingkungan masyarakat Yahudi itu, yang dewasa itu cuma mengenal dan

mempergunakan bahasa Arainik yaitu suatu dialek dari bahasa Ibrani

(Yahudi).

 

Nazarenes dan Christians

 

Pengikut Jesus yang pertama sekali terdiri atas kelompok-kelompok

Yahudi dalam wilayah Galelia maupun Judea, yang oleh kalangan

 

Sarjana-sarjana Bible (Biblical Sholan) disebut dengan Early Christians,

yakni Orang kristen yang pertama sekali.

 

Pada masa hidup Jesus sendiri maupun masa berikutnya belum dikenal

sebutan orang kristen (Christianis). Mereka itu cuma disebut oleh

kalangan lainnya, terutama oleh pihak-pihak yang menantang Jeus,

dengan sebutan Nazarenes. Yakni para pengikut Nazareth. Hal itu

disebabkan Jesus sekalipun dilahirkan di Bethlehem, akan tetapi

keluarganya menetap di kota-kecil Nazareth dalam wilayah Galelia.

 

Oleh sebab itulah para mukmin pertama itu disebut pihak lawannya

dengan pengikut orang Nazareth atau Nazarenes. Dari sebutan

Nazarenes itulah lahir sebutan Nashara dalam bahasa Arab dan sebutan

Nasrani dalam bahasa Indonesia.

 

Sedangkan sebutan Christians (Kristen) baru muncul pada masa

belakangan, jauh sepeninggal Jesus. Sebutan itu bermula lahir di kota

besar Antiokia di Syria Utara, sewaktu Barnabas dan Paulus

menjalankan missinya di kota besar itu, yang mempunyai kedudukan

sebagai ibukota imperium Roma untuk wilayah belahan Timur.

 

Disebabkan Barnabas dan Paulus di dalam missinya tidak henti-hentinya

menyatakan dan menegaskan bahwa Jesus itu adalah Christos

(AI-masih) maka orang sekitarnya memanggilkan mereka itu dengan

para pengikut Kristus (Christians). Dari situlah lahir sebutan Orang

kristen di dalam bahasa Indonesia.

 

Jesus wafat, menurut A. Powell Davies di dalam The First Christian

cetakan 1957 halaman 13, sekitar tahun 29 Masehi. Pendapat itu

 

dikukuhkan oleh Hugh J. Schonfield dalam The Authentic New

Testament cetakan 1958 halaman XIV.

 

Sedangkan peristiwa pada kota-besar Antiokia itu terjadi, menurut Hugh

J. Schonfield, sekitar tahun 46-48 masehi. Jadi Iebih kurang dua puluh

tahun sepeninggal Jesus barulah muncuI sebutan Christians (orang

Kristen).

 

Early Christians (Kristen Pertama) dan Gentile Christians (Orang

Kristen Asing / Berikutnya)

 

Pada akhirnya pecah sengketa sengit antara Barnabas dengan Paulus

pada kota-kota besar Antiokia itu (Kisah Rasul-Rasul, 15 :39), dan juga

Peteros dengan Paulus pada kota-besar Antiokia itu ia, 2: 11-21 ). Inti

pokok yang menyebabkan sengketa itu tidak pernah dijelaskan di dalam

Kisah Rasul-Rasul, akan tetapi hal itu akan dicoba dijelaskan dalam

uraian berikut.

 

Karena sengketa sengit itu Paulus bersama Silas meninggalkan

kota-besar Antiokia untuk selama-lamanya (Kisah Rasul-Rasul,

15:40-41) menuju Asia Kecil dan Makedonia dan semenanjung Achaia

(Grik) guna mengembangkan ajarannya dalam lingkungan orang Grik

dan mereka itulah yang disebut dengan Gentile Christians (Orang

kristen Asing).

 

Sebutan itu lahir dalam dunia kristen untuk membedakan kelompok

Pengikut yang Baru itu dengan Kristen Petama, Early Christians, yakni

para pengikut Jesus Kristus yang mula-mula dalam lingkungan

masyarakat Yahudi di Palestina, yang disebut dengan Nazarenes itu.

 

Para pengikut yang pertama diyakini telah musnah sebagian besarnya

pada masa pemberontakan total bangsa Yahudi di Palestina terhadap

penindasan imperium Roma, yang berlangsung sepuluh tahun lamanya,

yaitu antara tahun 65 sampai 75 masehi. Legiun X dari pihak Roma

melakukan pembunuhan-pembunuhan massal (massacre) pada

perkampungan-perkampungan Yahudi di seluruh Palestina, kecuali yang

sempat melarikan diri ke lembah Mesopotamia dan Arabia Selatan dan

berbagai wilayah lainnya.

 

Sewaktu Panglima Titus pada tahun 70 masehi berhasil merebut dan

menguasai benteng pertahanan terakhir dari pihak Yahudi, yaitu Kota

Suci Jerusalem, maka berlangsung pembunuhan massal lagi. Panglima

Titus bertindak menghancurkan Bait Allah di atas bukit Zion, yakni Bait

Allah yang terkenal megah dan agung itu, yang pada masa dulu bermula

dibangun oleh Nabi Sulaiman dan dikenal dengan Kuil Sulaiman

(Solomon's Temple).

 

Panglima Titus mengumumkan wilayah Jerusalem dan sekitarnya

dikuasai kini oleh pihak imperium Roma dan wilayah tersebut diberi

nama dengan : Aeliae Capitolae. Semenjak tahun 70 masehi itu setiap

orang Yahudi tidak di izinkan memasuki wilayah Aelice Capitolae itu.

 

Semenjak pemberontakan total yang gagal itulah dikenal dalam sejarah

bangsa Yahudi dengan Great Diaspora, yakni masa memencar tanpa

tanah air. Pada masa yang sangat tragis itu diyakini

kelompok-kelompok pengikut Jesus yang pertama-tama (Early

Christians) ikut musnah. Kecuali kelompok kecil yang sempat

meliputkan dirinya ke kota Pella di seberang sungai Jordan, yang pada

masa belakangan dikenal dengan sekte Ebionites yang mempunyai Injil

sendiri yang dikenal dalam sejarah dengan Ebionite Gospel (Injil

Ebionites), yang isinya jauh berbeda dengan Injil-Injil yang menjadi

pegangan dunia kristen pada masa berikutnya dan kini.

 

Karena kelompok yang pertama-tama dapat dikatakan telah musnah

pada masa pemberontakan itu maka berkembanglah kelompok pengikut

yang baru, dibawah ajaran Paulus, yaitu Gentile Christians (Orang

Kristen Asing).

====================
1. I Yohannes 5: 7-8
====================

Menurut Alkitab terjemahan LAI 1984:

[I Yohannes 5:7] Sebab ada tiga yang memberi kesaksian [di dalam sorga:
Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu.
[5:8] Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi]: Roh dan air dan darah
dan ketiganya adalah satu.


Ada dua sumber berbeda yang digunakan untuk menulis Alkitab Versi NIV (New
International Version) dan NASV (New American Standard Version) serta King
James Version (KJV). KJV berasalkan dari teks Alkitab Bizantium, sedangkan
NIV dan NASV berdasarkan terjemahan dari Teks Alexandria.

Berikut ini akan kita lihat di mana bedanya.

(In the following examples the King James Version differs from the NIV, and
NASV. because it bases it's translation on the Byzantine text-type and the
NIV and NASV base theirs on the Alexandrian text-type.)

a. KJV [1 John 5:7-8] "For there are three that bear record in heaven, the
Father, the Word, and Holy Ghost: and these three are one. And there are
three that bear witness in earth, the spirit, and the water, and the blood;
and these three agree in one."
NIV [1 John 5:7] "For there are three that testify: v. 8 the Spirit, the
water and the blood: and the three are in agreement."

Pada KJV tercantum bahwa yang memberikan kesaksian di surga adalah: BAPA,
FIRMAN, dan ROH KUDUS, ditambahkan keterangan bahwa ketiganya adalah satu,
serta ada tiga yang memberikan kesaksian di bumi, yakni: ROH, AIR dan DARAH,
dan ketiganya juga satu.

Tetapi pada NIV hanya dicantumkan mengenai ROH, AIR, dan DARAH, tetapi tidak
dicantumkan mengenai Bapa, Firman dan Roh.

Di bawah ini ada keterangan mengapa terjadi demikian:
------------------------------------------------------
1. When Erasmus first printed the Greek New Testament in 1514 it did not
contain the words "in heaven, the Father, the Word, and Holy Ghost: and
these three are one. And there are three that bear witness in earth,"
because they were not found in any of the Greek manuscripts that Erasmus
looked at.

(Ketika Erasmus pertama kali mencetak Kitab Perjanjian Baru berbahasa Yunani
pada tahun 1514, maka hal itu tidak mengandung kalimat: " in heaven, the
Father, the Word, and Holy Ghost: and these three are one. And there are
three that bear witness in earth,", karena hal tersebut tidak ditemukan pada
manuskrip Yunani yang dilihat oleh Erasmus).

2. These words were not quoted by any of the Greek church fathers. They most
certainly would have been used if the Trinity in the 3rd and 4th centuries.

(Kalimat ini tidak pernah dikutip oleh para Bapa Gereja Yunani. Mereka
secara pasti baru menggunakannya pada abad ke III dan ke IV saat doktrin
Trinitas diperkenalkan).

3. These words are not found in any ancient versions of the New Testament.
These include Syriac, Coptic, Armenian, Ethiopic, Arabic, Slavonic, nor in
the Old Latin in its early form.

(Kalimat ini tidak ditemukan pada versi-versi tua Perjanjian Baru, termasuk
versi-versi Siria, Koptik, Armenia, Ethiopia, Arab, Slavonik, dan tidak pula
pada Bhs Latin Kuno pada bentuknya awalnya).

4. These words begin to appear in marginal notes in the Latin New Testament
beginning in the fifth century. From the sixth century onward these words
are found more and more frequently.

(Kalimat ini mulai timbul pada catatan pinggir dari Perjanjian Baru
berbahasa Latin yang diawali pada Abad ke V. Semenjak Abad ke VI dan
seterusnya, kalimat ini makin sering ditemukan).

5. Erasmus finally agreed to put these words into new editions of his Greek
New Testament if his critic's could find one Greek manuscript that contained
these words. It appears that his critics manufactured manuscripts to include
these words.

(Erasmus akhirnya setuju untuk memasukkan kalimat ini pada edisi baru
Perjanjian Baru berbahasa Yunaninya asalkan dapat ditemukan
sekurang-sekurangnya satu manuskrip Yunani yang mengandung kalimat ini.
Nampaknya bahwa kritik manuskrip buatannya untuk memasukkan kalimat ini).

6. These additional words are found in only eight manuscripts as a variant
reading written in the margin. Seven of these manuscripts date from the
sixteenth century and one is a tenth century
manuscript.

(Kalimat tambahan ini ditemukan hanya pada delapan manuskrip sebagai bacaan
variatif yang ditulis sebagai catatan pinggir. Tujuh dari
manuskrip-manuskrip yang berasal dari Abad ke XVI dan satu buah berasal dari
abad ke X - jadi relatif baru - penterjemah).

7. Erasmus' New Testament became the basis for the Greek New Testament,
"Textus Receptus", which the King James translators used as the basis for
their translation of the New Testament into English.


TAMBAHAN PENJELASAN SEHUBUNGAN DENGAN TOPIK INI
------------------------------------------------
Silahkan anda membuka SURAT KIRIMAN YAHYA (I YOHANES) 5: 6-8

[I Yohanes 5:6] Inilah Dia yang telah datang dengan air dan darah, yaitu 
Yesus Kristus, bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah. 
Dan Rohlah yang memberi kesaksian, karena roh adalah kebenaran.
[5:7] Sebab tiga yang memberi kesaksian (di dalam surga Bapa, Firman dan Roh
kudus dan ketiganya adalah satu.
[5:8] Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi) Roh dan air dan darah dan
  ketiganya adalah satu. (sebelum mendapat kritikan kalimat mulai kata "di
dalam sorga" pada ayat 7 sampai kata "bumi" pada ayat 8 tidak memakai tanda
kurung, yang ngritik DR GC Van Niftrik)

SEDANGKAN menurut THE HOLY BIBLE international version, Zondervan Bible
publisher, Grand Rapid Michigan USA, 3th printing july 1981 halaman 926
BERBUNYI :

[I Yohanes 5:6] This is the one who come by water and blood- jesus christ. 
He did not come by water only, but by water and blood. And it is the spirit 
who tetifies, because the spirit is truth.
[5:7] for there are three that tetify
[5:8] the spirit, the water, and blood. And three are in agreements.

ARTINYA :
[I Yohanes 5:6] INILAH DIA YANG DATANG DENGAN AIR DAN DARAH. IA TIDAK DATANG
DENGAN AIR SAJA, MELAINKAN AIR DAN DARAH. DAN ROHLAH YANG MENYAKSIKAN,
KARENA ROH ADALAH KEBENARAN.
[5:7] ADA TIGA YANG MENYAKSIKAN
[5:8] AIR, DARAH DAN ROH DAN KETIGANYA MENJADI SATU.

Membaca ayat diatas, tampaklah penyisipan yang dilakukan penterjemah
Alkitab. Ternyata kalimat mulai dari "Didalam sorga" pada ayat 7 sampai kata
"di bumi pada ayat 8 adalah palsu. Kalau ayat itu dulunya nggak ada mengapa
sekarang muncul? Kalau dulunya memang ada mengapa sekarang di hilangkan?


BERIKUT KOMENTAR TENTANG PEMALSUAN AYAT INI:
---------------------------------------------
1. DR G.C. VAN NIFTRIK DAN D.S.B.J BOLAND : Didalam Alkitab tidak
diketemukan suatu istilah yang dapat diterjemahkan dengan kata TRITUNGGAL
ataupun ayat-ayat tertentu yang mengandung dogma tersebut, mungkin dalam 1
Yahya 5 : 6-8. Tetapi sebagian besar dari ayat itu agaknya belum tertera
dalam naskah aslinya. Bagian itu setidak- tidaknya harus diberi kurung.
(Dogmatika masa kini, BPK Jakarta, 1967 hal 418). Penterjemah Alkitab
rupanya menuruti saran keduanya. Dengan
memberi kurung kalimat itu.

2. Drs. M E Duyverman : Menurut salinan tertua jalannya kalimatnya adalah
begini : KARENA TIGA MENJADI SAKSI, YAITU ROH AIR DAN DARAH. Rupanya
TAMBAHAN mulai terbubuh sebagai keterangan pinggir KALIMAT; PENYALIN
KEMUDIAN MEMASUKAN KE DALAM BUNYI NAS karena berpikir ini adalah perbaikan
penyalin lama. SAMPAI KINI HAL ITU MASIH TERJADI. (Pembimbing ke dalam
perjanjian baru, BPK Jakarta 1966 hal 145). Mengapa keterangan pinggir itu
dapat masuk menjadi ayat tuhan dengan
begitu gampangnya?? Padahal ayat ini pokok doktrin trinitas. Mengapa bisa
ketambahan ayat???

3. Jerry Falwell. Tokoh kristen RADIKAL Amerika Serikat ini mengomentari
pemalsuan ayat-ayat itu sebagai berikut : THE REST OF VERSE 7 AND FIST NINE
WORDS OF VERSE 8 ARE NOT ORIGINAL, AND ARE NOT TO BE CONSIDERD AS APART OF
THE WORDS OF GOD. (Jerry Falwell, Liberty Bible Commentary, thomas Nelson
Publisher, Nashville, Camden New York 1983 halaman 2638). Artinya sebagian
kalimat pada ayat 7 dan sembilan kata pertama di ayat 8 adalah tidak asli
dan tidak bisa dianggap
sebagai firman Tuhan.

Keterangan tambahan:

Justru dengan adanya penambahan tersebut maka menimbulkan suatu perbedaan
doktrinal yang nyata, perbedaan yang ada adalah mengenai konsep tritunggal
yang menjadi doktrin utama gereja Kristen dewasa ini. Karena jika kita
melihat pada ayat-ayat pada manuskrip yang lebih tua, yang tidak mengandung
tambahan tersebut, maka tidak ada pendukung yang kuat akan doktrin
tritunggal yang dianut oleh gereja. Maka ditambahkanlah ayat tersebut.



==================
2. Matius 28:16-20
==================

[Matius 28:18] Yesus mendekati mereka dan berkata: "KepadaKu telah diberikan
segala kuasa di sorga dan bumi.

Ayat Matius 28:18 ini adalah AYAT PALSU!. PALSU! PALSU! PALSU! PALSU! PALSU!
PALSU! PALSU! PALSU! PALSU! PALSU! PALSU! PALSU! PALSU!

Karena Kitab Matius fasal 28 sebetulnya hanya sampai ayat 15. Sebagai
berikut:

[Matius 28:15] Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan
kepada mereka. Dan CERITERA INI TERSIAR diantara orang Yahudi SAMPAI
SEKARANG INI.

King James Version:
[Matthew 28:15] So they took the money, and did as they were taught: and
this saying is commonly reported among the Jews UNTIL THIS DAY.

American Standard Version:
[Matthew 28:15] So they took the money, and did as they were taught: and
this saying was spread abroad among the Jews, and continueth UNTIL THIS DAY.

Fokuskan pada kata yang saya huruf besarkan diatas: CERITA INI TERSIAR (di
antara orang Yahudi) SAMPAI SAAT INI. Ini adalah KATA-KATA PENUTUP DARI
LAZIMNYA SEBUAH CERITA!

Pada Alkitab versi King James dan American Standard diatas, jelas sekali
tertulis ..."Until this day" (sampai hari ini). Begitu pula kalau kita
melihat Alkitab dalam bahasa sehari-hari:

[Matius 28:15] Maka tentara pengawal itu mengambil uang itu, dan melakukan
seperti yang dipesankan kepada mereka. Oleh karena itu cerita itu masih
tersiar di antara orang Yahudi SAMPAI PADA HARI INI.

Ayat Matius 28:15 inilah sesungguhnya ayat terakhir dari Kitab Matius fasal
28.

Sedangkan lima ayat berikutnya, Matius 28:16-20, adalah ayat-ayat yang baru
ditambahkan oleh Gereja kemudian.

[Matius 28:16] Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang
telah ditunjukkan Yesus kepada mereka.
[28:17] Ketika melihat Dia mereka menyembahNya, tetapi beberapa
orangragu-ragu.
[28:18] Yesus mendekati mereka dan berkata: "KepadaKu telah diberikan segala
kuasa di sorga dan di bumi.
[28:19] Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah
mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
[28:20] dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan
kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir
zaman."


Mereka yang dikaruniai akal sehat dan membaca Kitab Matius fasal 28 ini
dengan cermat akan segera mendeteksi bahwa Injil Matius 28:15 merupakan
penutup Injil Matius 28.

"Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka.
Dan CERITA INI TERSIAR diantara orang Yahudi SAMPAI SAAT INI" (Matius
28:15).

Perhatikan kata-kata yang saya huruf besarkan diatas, "CERITA INI TERSIAR
SAMPAI SAAT INI" (;Sampai hari ini) menunjukkan bahwa peristiwanya sudah
lama berlalu. Ini memperlihatkan bahwa Injil ini sudah lama selesai ditulis.
Cerita ini sudah menjadi cerita rakyat yang terus dipupuk selama puluhan
tahun, baru kemudian ayat 16-20 ditambahkan.

Namun karena Gereja ingin menambahkan doktrin keimanan mereka dalam Injil,
sehingga tanpa malu-malu mereka menambahkan ayat-ayat palsu tersebut,
walaupun akhirnya janggal di kuping yang mendengarnya.

Maka tulisan yang ada pada ayat Matius 28 pasal 15 itu seharusnya akan
ditaruhnya pada akhir ayat Matius 28 atau tepatnya SETELAH/PADA ayat Matius
28:20! Perhatikan kalimat "... CERITERA INI TERSIAR DIANTARA ORANG YAHUDI
SAMPAI SAAT INI!" (;sampai hari ini/until this day) Kalimat begini kan jelas
merupakan SEBUAH KALIMAT PENUTUP! Semoga apa yang saya maksudkan dalam
pemaparan saya ini bisa difahami oleh rekan-rekan sekalian.


Baiklah akan saya jelaskan lagi.
--------------------------------
- Matius 28 pasal 11-15 adalah berisikan mmengenai Dusta Mahkamah Agama
(cerita mengenai serdadu-serdadu romawi disogok). Menariknya adalah sebagian
tulisan terakhir dari ayat Mat.28:15 itu: 'CERITERA INI TERSIAR DIANTARA
ORANG YAHUDI SAMPAI SEKARANG INI'. Kalau ibarat film kalimat macam begini
kan sama artinya dengan kalimat 'THE END' atau kalau dalam komik 'TAMMAT'
(^_^)

- Matius 28 pasal 16 sampai 20 intinya adaalah perintah untuk memberitakan
Injil kepada seluruh makhluk, padahal dulu jelas-jelas Yesus telah
memerintahkan kepada murid-muridnya untuk HANYA menyebarkan Injil kepada
bangsa Yahudi saja (Matius 15:5-6 & 15:24-26), tapi sekarang fokus saya
adalah Mat.28:16-20 ini bukan ke pertentangan masalah tersebut. Silahkan
perhatikan lagi:

[Matius 28:16] ..... (Silahkan baca diatas)
[28:17] .....
[28:18] .....
[28:19] Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah
mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,[28:20] dan ajarlah mereka
melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah,
Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir
zaman.

Sekarang saya tanya. Apakah cerita ketika Yesus memerintahkan untuk
menyebarkan Injil kepada seluruh bangsa seperti dikatakan dalam Mat.28:19-20
ini TIDAK TERSIAR SAMPAI SAAT INI????? (^_^) Jelas sampai sekarang cerita
tersebut masih tersiar bahkan cerita ini JAUH LEBIH TERSIAR daripada cerita
dalam Mat.28:11-15 mengenai dusta mahkamah agama (serdadu romawi disogok)
itu.

Tapi mengapa tulisan "...CERITA INI TERSIAR SAMPAI SAAT INI" sudah ada
sebelum Mat.28:16? Yaitu tepatnya pada ayat Mat.28:15? Sebabnya karena
memang ayat itulah sebetulnya AYAT PENUTUP dari Injil Matius 28! Seharusnya
kalau ayat-ayat Kitab Matius 28:16 itu benar-benar ada, maka sebagai ayat
penutup Matius 28 adalah ayat Mat.28:20 dan isinya seharusnya sbb:

[28:20] dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan
kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir
zaman. DAN CERITERA INI TERSIAR SAMPAI SAAT INI.

Masalahnya adalah kalau memang ayat Mat.28:16-20 itu benar-benar ada dan
merupakan kelanjutan dari Mat.28:11-15 maka kalimat "... CERITA INI TERSIAR
SAMPAI SAAT INI".. alias kalimat "THE END" atau "TAMMAT" itu harusnya baru
ada setelah Ayat Matius pasal 28:20 (atau menjadi ayat terakhir dari Matius
28)!

Karena bukankah KEDUA CERITA itu (Mat.28:15-cerita tentang serdadu romawi
disogok MAUPUN Mat.28:20-cerita tentang perintah dari Yesus untuk
menyebarkan Injil) MERUPAKAN SATU RANGKAIAN CERITA? Merupakan bagian-bagian
cerita YANG SAMBUNG-BERSAMBUNG dalam Injil Matius 28?

Kenapa ketika belum sampai ayat Mat.28:20, melainkan baru sampai Mat.28:15
sudah ada tulisan "memvonis" seperti lazimnya seorang kakek yang ingin
menyudahi cerita ketika sedang mendongeng kepada cucunya: "KISAH/TULISAN INI
MASIH TERSIAR SAMPAI SEKARANG INI CUCUKU!"... (^_^)

Masalah ini kalau mau dianalogikan, ibarat komik yang terdiri dari jumlah
keseluruhan 100 halaman, jelas halaman terakhirnya dari komik tersebut
adalah halaman 100 (analogi dengan Kitab Matius 28; Halaman 100 itu sama
dengan Mat.28:20).

Saya lanjutkan kembali. Maka seharusnya tulisan 'THE END' atau 'TAMMAT'
untuk mengakhiri, atau sebagai penutup dari komik tersebut harusnya juga
adanya di halaman terakhir buku tersebut, yaitu halaman 100. Seperti juga
seharusnya kalimat 'CERITA INI TERSIAR SAMPAI SAAT INI' pada Matius 28
harusnya juga ada pada ayat terakhir pada Matius 28 itu yaitu tepatnya pada
ayat Matius 28:20.

Ndilalah kok pada kenyataannya sekarang ini kalimat 'CERITA INI TERSIAR
SAMPAI SAAT INI' dalam Matius pasal 28 kok sudah ada pada ayat ke-15nya
-(harusnya pada Matius pasal terakhir/ke-220 donk)-?!?!? Ini sama aja tulisan
'THE END' atau 'TAMMAT' dalam komik yang saya ceritakan diatas itu sudah ada
pada halaman 90! Atau malah baru di halaman 70 dsb! -(Harusnya yang benar
pada halaman terakhirnya alias halaman 100 donk!)...

Jadinya tulisan "CERITA INI TERSIAR SAMPAI SAAT INI' dalam Matius 28 dan
tulisan 'THE END'/'TAMMAT' dalam komik diatas itu ibarat bayi berarti
LAHIRNYA TERLALU CEPAT alias PREMATURE! (^_^) Harusnya baru muncul pada ayat
Mat.28:20 kok sudah ada pada ayat Mat.28:15. Harusnya baru ada pada halaman
100 kok sudah keburu nongol pada halaman 90! (^_^)


Mengenai ayat-ayat palsu yang baru ditambahkan oleh Gereja ini,
perhatikanlah pernyataan para pakar Alkitab dan sejarah pemikiran Kristen
seperti:

- Hugh J. Schonfield, nominator pemenang HHadiah Nobel tahun 1959, dalam
bukunya The Original New Testament, hal. 124:

"This (Matthew 28:15) would appear to be the end of the Gospel (of Matthew).
What follows (Matthew 28:16-20) from the nature of what is said, would then
be a latter addition"

"Ayat ini (Matius 28:15) nampak sebagai penutup Injil (Matius). Dengan
demikian, ayat-ayat selanjutnya (Matius 28:16-20), dari kandungan isinya,
nampak sebagai (ayat-ayat) yang BARU DITAMBAHKAN KEMUDIAN".

- Selanjutnya, Robert Funk, Professor Ilmuu Perjanjian Baru, Universitas
Harvard, dalam bukunya The Five Gospels, mengomentari ayat-ayat tambahan ini
sebagai berikut:

"The great commission in Matthew 28:18-20 have been created by the
individual evangelist... reflect the evangelist idea of launching a world
mission of the church. Jesus probably had no idea of launching a world
mission and certainly was not the institusion builder. (is is) not reflect
direct instruction from Jesus"

"Perintah utama dalam Matius 28:18-20... diciptakan oleh para penginjil....
memperlihatkan ide untuk menyebarkan ajaran Kristen ke seluruh dunia. YESUS
SANGAT MUNGKIN TIDAK MEMILIKI IDE UNTUK MENGAJARKAN AJARANNYA KE SELURUH
DUNIA DAN (Yesus) SUDAH PASTI BUKAN PENDIRI LEMBAGA INI (agama Kristen).
(Ayat ini) tidak menggambarkan perintah yang diucapkan Yesus"

Lagi pula meskipun SEANDAINYA (;hanya pengandaian, karena sudah terbukti ini
ayat palsu) ayat tersebut benar diucapkan Yesus, belum dapat dianggap
sebagai rumusan Trinitas, sebab ayat ini hanya menyebut tiga oknum, dan
tidak pernah mengatakan bahwa yang tiga tersebut adalah satu.

Yang tidak palsu adalah ayat-ayat berikut ini, bahwa Yesus sama sekali tidak
memiliki kuasa baik di dunia maupun di akhirat, dan hanya Allah lah yang
memiliki kuasa:

[Yohanes 4:6] Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh
perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul
dua belas.

[Yohanes 5:30] Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku
menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab
Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus
Aku.

[Yohanes 7:1] Sesudah itu Yesus berjalan keliling Galilea, sebab Ia tidak
mau tetap tinggal di Yudea, karena di sana orang-orang Yahudi berusaha untuk
membunuh-Nya

[Yohanes 12:27] Sekarang jiwa-Ku terharu dan apakah yang akan Kukatakan?
Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku datang
ke dalam saat ini.

[Markus 6:5] Ia tidak dapat mengadakan satu mujizatpun di sana, kecuali
menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka.

[Lukas 23:8] Ketika Herodes melihat Yesus, ia sangat girang. Sebab sudah
lama ia ingin melihat-Nya, karena ia sering mendengar tentang Dia, lagipula
ia mengharapkan melihat bagaimana Yesus mengadakan suatu tanda.
[23:9] Ia mengajukan banyak pertanyaan kepada Yesus, tetapi Yesus tidak
memberi jawaban apapun.

[II Korintus 13:4] Karena sekalipun Ia telah disalibkan oleh karena
kelemahan, namun Ia hidup karena kuasa Allah. Memang kami adalah lemah di
dalam Dia, tetapi kami akan hidup bersama-sama dengan Dia untuk kamu karena
kuasa Allah.

Kalau memang Yesus berkuasa di sorga dan bumi, maka dalam pertarungan bebas
melawan prajurit romawi di bukit golgotta itu, Yesus akan menang, tidak
kalah seperti yang kita ketahui dalam kepercayaan Kristen. Dan kemudian
prajurit Romawi itu akan digantung di tiang salib, dan setelah itu Yesus
juga akan mengampuni dosa umat Kristen! (^_^)



=================
3. Markus 16:9-20
=================

[Markus 16:15] Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia,
beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
[16:16] Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang
tidak percaya akan dihukum.

Lagi-lagi ayat yang satu ini, yaitu Markus 16:15-16 adalah AYAT PALSU.

Jadi menurut mereka Yesus memerintahkan untuk menyebarkan Injil untuk
seluruh makhluk. Tapi setelah diselidiki, ternyata ayat diatas adalah ayat
Palsu. Kitab Markus 16 ternyata hanya sampai ayat 8:

[Markus 16:8] Lalu mereka keluar dan lari meninggalkan kubur itu, sebab
gentar dan dahsyat menimpa mereka. Mereka tidak mengatakan apa-apa kepada
siapapun juga karena takut.
Dengan singkat mereka sampaikan semua pesan itu kepada Petrus dan
teman-temannya. Sesudah itu Yesus sendiri dengan perantaraan murid-muridNya
memberitakan dari Timur ke Barat berita yang kudus dan tak terbinasakan
tentang keselamatan yang kekal itu.

Ayat Markus 16:8 diatas inilah yang sebetulnya merupakan ayat penutup dari
Markus 16. Sedangkan ayat Markus 16:9-20 adalah palsu dan baru disusupkan
oleh gereja kemudian. Berikut ayat-ayat PALSU tersebut:

[Markus 16:9] Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu,
Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus
pernah mengusir tujuh setan.
[16:10] Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu
mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis.
[16:11] Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat
olehnya, mereka tidak percaya.
[16:12] Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua
orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota.
[16:13] Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang
lain, tetapi kepada merekapun teman-teman itu tidak percaya.
[16:14] Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika
mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati
mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah
melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.
[16:15] Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia,
beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
[16:16] Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang
tidak percaya akan dihukum.
[16:17] Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan
mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa
yang baru bagi mereka,
[16:18] mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut,
mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas
orang sakit, dan orang itu akan sembuh."
[16:19] Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah
Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.
[16:20] Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan
turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang
menyertainya.


- Alkitab kitab Markus pasal 16 yang diterrbitkan Lembaga Biblika Indonesia
yang dicetak oleh percetakan Arnoldus Ende 1986/1987, Pada catatan kakinya
berbunyi:

"Dengan singkat. Bagian ayat ini hanya terdapat dalam beberapa naskah.
Nampaknya baru dalam abad ke-2 masuk ditambahkan dalam injil Markus. Bagian
akhir injil Markus ayat 9-20 bercerita mengenai penampakan Yesus. Ini memang
termasuk kitab suci, TETAPI AGAKNYA TIDAK TERMASUK INJIL MARKUS YANG ASLI".

- Pada The Christian Counselor's New Testaament, Markus 16 berakhir pada
pasal 16 ayat 8. Kemana ayat 9-20? Pada akhir kalimat terdapat catatan kaki:

"These verse are omitted by better MSS. An alternative shoter ending is
found in same".

"Ayat-ayat ini dihapus oleh terjemahan MSS yang terbaik. Penutup lebih
pendek seperti ini (Markus 16 berakhir pada ayat 8) bisa ditemukan pada
beberapa versi lainnya.

- Pada The Holy Bible New International Veersion pada catatan kaki ayat 8
berbunyi :

"The two most reliable early manuscripts do not have mark 16:9-20".

"DUA MANUSKRIP PALING TUA TIDAK MEMILIKI MARKUS 16:9-20".

- "Serious doubts exists as to whetheer these verses belong to the Gospel of
Mark. They are absent from important early manuscripts and display certain
peculiarities of vocabulary, style and theological content that are unlike
the rest of Mark. HIS GOSPEL PROBABLY ENDED AT 16:8, OR ITS ORIGINAL ENDING
HAS BEEN LOST. (From the NIV Bible Foot Notes, page 1528)"

- Kata Herman Bakel dan Dr. A. Powel Daviees, "Injil Matius 28:19 (28:19
Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka
dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,) dan Injil Markus 16:9-19 ADALAH
SISIPAN. Bacalah bukunya." (Hashem, "Jawaban Lengkap Kepada Pendeta Dr. J.
Verkuyl," terbitan JAPI, Surabaya, tahun 1969, halaman 94).

Jadi perintah Yesus untuk memberitakan injil kepada seluruh makluk adalah
ayat Palsu yang sengaja disisipkan oleh tangan-tangan jahil. Jadi dengan ini
yang benar adalah Yesus hanya untuk bani Israel saja seperti yang Yesus
katakan dengan tegas di Matius 10:5-6:

[Matius 10:5] Kedua belasmurid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada
mereka, "JANGANLAH KAMU MENYIMPANG KE JALAN BANGSA LAIN atau masuk ke dalam
kota orang Samaria,
[10:6] melainkan PERGILAH KEPADA DOMBA-DOMBA YANG HILANG DARI UMAT ISRAEL.

Dan Matius 15:24-26:

[Matius 15:24] Jawab Yesus: "AKU DIUTUS HANYA KEPADA DOMBA-DOMBA YANG HILANG
DARI UMAT ISRAEL."
[15:25] Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata:
"Tuhan, tolonglah aku."
[15:26] Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan
bagi anak-anak dan melemparkannya kepada ANJING."

Itulah ayat yang asli dan tidak palsu.



© Forza Islam 2006

 

 

 

 Back to Top 

 Back to Situasi Sesungguhnya Seputar Kristen dan Yahudi penuh dengan Kebencian 

 Back to Main Menu 

Back to Top Back to Materi Seputar Dunia Islam Back to Main Menu