Saya mendapat penjelasan dari buku-buku ttg peran orang Tionghoa atau Cina dalam penyebaran agama Islam di Jawa. Memang Islam terlebih dahulu masuk daratan Cina daripada Indonesia dan saat itu dapat dikatakan negeri Cina merupakan negri yg maju dibidang perdagangan dan kelautan.

 

Melihat catatan sejarah, Islam masuk ke Indonesia melalui jalur perdagangan. Datangnya pedagang dari Persia, Arab dan Cina ke Indonesia abad 12 dicatat oleh Marcopolo seorang petualang dari Itali yg menjadi kepercayaan Kaisar Kubilai Khan.

 

Penyebaran Islam di Jawa indentik dengan peran wali sanga (sembilan wali -- delapan diantaranya adalah orang Cina). Pada sekitar abad 15 suatu Ekspedisi Cina dari Dinasti Ming yg dipimpin Laksamana Zheng He berkunjung ke pesisir Utara Jawa. Ekspedisi Cina ini disebut spektakuler karena telah menyinggahi berbagai negara diberbagai pelosok bumi dan pelopor dalam mengarungi samudara dibandingkan bangsa Eropa yg baru belakangan menyusul.

 

Laksamana Zheng He ini adalah seorang muslim asal Yunnan dan turut berperan dalam berkembangnya Islam di Jawa. Ketertarikan penduduk setempat atas kedatangan ekspedisi tsb dan perilaku Laksamana Zheng He beserta anggota ekspedisi lainnya turut memudahkan orang dalam mengenal Islam. Saat itu umumnya masyarakat Jawa beragama Hindu dan Budha.

 

Laksamana Zheng He beserta anggota ekspedisi lainnya memberikan ilmu kelautan serta membangun sarana umum utk masyarakat pesisir utara Jawa. Beberapa anggota ekspedisi tsb ada yg memilih menetap di Jawa yaitu di Lasem seperti Wu Xiangwun. Bersama sama dengan Wali Sanga lainnya Wu Xiangwun aktif memperkenalkan agama Islam.

 

Prof Slamet Mulyana seorang sejarawan menuturkan bahwa pendiri kerajaan Islam pertama di Jawa berasal dari Cina. Raden Patah yg terpilih sebagai Sultan Islam pertama di Jawa nama aslinya adalah Senopati Jinwen.

 

Bila kita berkunjung ke makam salah satu Wali Sanga yaitu Sunan Gunung Jati di Cirebon, akan menemukan tembikar dan keramik dari Cina yg menghiasai bangunan tsb. Ini karena Sunan Gunung Jati (Chen Yinghua) dan istrinya (Putri Wangtian) berasal dari negeri Cina.

 

Sultan Agung, Raja Mataram tahun 1632 memilih Zhe Wuying sebagai Tumenggung Mertaguno demikian juga Wang Yangjia yg dikenal sbg Tumenggung Widyadiningrat. Tumenggung Wang ini dikenal karena gigih menentang kehadiran Belanda di Jawa.

 

 

 Back to Top 

 Back to Antara Islam dan Cina; di Indonesia dan di Cina 

 Back to Main Menu 

n