Tersebutlah kisah, Adipati Terung meminta Raden Patah Jin Wen, untuk menghadapi Brawijaya. Brawijaya adalah raja Majapahit, kerajaan Hindu yang pernah jaya ditanah Jawa. Bahkan kemudian Raden Patah Jin Wen lalu mengumpulkan para bupati pesisir seperti Tuban, Madura dan Surabaya serta para Sunan untuk bersama-sama menyerbu Majapahit yang kafir itu. Prajurit Islam dikerahkan mengepung ibu kota kerajaan, Brawijaya lantas meloloskan diri dari istana bersama pengikut yang masih setia. Sehingga ketika Raden Patah Jin Wen dan rombongannya (termasuk para Sunan) tiba, istana itu kosong. Atas nasihat Sunan Ampel (Rahmat Wang Sui He), untuk menawarkan segala pengaruh raja kafir, diangkatlah Sunan Kudus (Jaffar Siddiq Zhao De Xu) jadi raja Majapahit selama 40 hari. Sesudah itu baru diserahkan kepada Raden Patah Jin Wen untuk diboyong ke Demak.

 

Setelah Majapahit jatuh, Adipati Terung ditugasi mengusung paseban raja Majapahit ke Demak untuk kemudian dijadikan serambi masjid.

 

Raden Patah Jin Wen yang juga disapa dengan Adipati Bintara itu kemudian bergelar "Senapati Jin Wen Ngabdurrahman Panembahan Sayidina Panatagama".

 

Cerita mengenai serbuan tentara Islam itu dapat ditemui dalam "BABAD TANAH JAWI". Tapi cerita senada juga terdapat dalam "Serat Kanda".

 

Disebutkan, Raden Patah Jin Wen bersama pengikutnya melawan Brawijaya. Bala tentara Majapahit dipimpin oleh Mahapatih Gajah Mada, Adipati Terung dan Andayaningrat (Bupati Pengging). Karena takut kepada Syekh Lemah Abang, gurunya, Kebo Kenanga (Putra Bupati Pengging) membelot ikut musuh. Sementara itu Kebo Kanigara saudaranya tetap setia kepada Brawijaya.

 

Tentara Demak dibawah pimpinan Raden Imam diperlengkapi dengan senjata sakti "Keris Makripat" pemberian Sunan Giri (Husein Wang Da Jing) yang bisa mengeluarkan hama kumbang dan "Badong" anugerah Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah Chen Ying Hua) dari Cirebon yang bisa mendatangkan angin ribut. Tentara Majapahit berhasil dipukul mundur sampai keibukota, cuma rumah adipati Terung yang selamat karena ia memeluk Islam.

 

Karena terdesak, Brawijaya mengungsi ke (Tanjung) sengguruh beserta keluarganya diiringi Gajah Mada. Itu terjadi tahun 1399 Saka atau 1525 Masehi. Setelah dinobatkan menjadi Sunan Demak bergelar "Panembahan Jin Wen", Raden Patah Jin Wen mengutus lembu peteng dan jaran panoleh ke sengguruh meminta Brawijaya masuk agama Islam. tapi beliau tetap menolak. Akhirnya Sengguruh diserbu dan Brawijaya lari kepulau Bali.

 

Cerita versi BABAD TANAH JAWI dan SERAT KANDA itulah yang selama ini populer dikalangan masyarakat Jawa, bahkan pernah juga diajarkan disebagian sekolah dasar dimasa lalu. Secara garis besar, cerita itu boleh dibilang menunjukkan kemenangan Islam.

 

Satu situs kepurbakalaan dikecamatan Trowulan yakni diDesa Tuloyo adalah Syekh Abdul Qadir Chen Jin Han. Menurut Babad Tanah jawi, Syekh Abdul Qadir Chen Jin Han yang leluhur Gus Dur itu pengikut Sunan Ampel yang gugur melawan Majapahit. Nisan yang ditemukan dikompleks kekunaan ini berangka tahun 1523 Masehi.

 

Di Kudus, Jawa Tengah, ketika Sunan Kudus menyebarkan ajaran Islam disana, ia melarang umat Islam menyembelih sapi untuk dimakan. Walau daging sapi halal menurut Islam tetapi dilarang menyembelihnya untuk menghormati kepercayaan umat Hindu yang memuliakan sapi. Untuk menunjukkan rasa toleransinya kepada umat Hindu, Sunan Kudus menambatkan sapi dihalaman masjid yang tempatnya masih dilestarikan sampaisekarang. Bahkan menara Masjid Kudus dibangun dengan gaya arsitektur candi Hindu.

 

Bayangkan .... Setelah selama ini keadaan kaum Muslimin senantiasa diteror oleh umat Hindu, maka pada saat mereka kuat, malah membantu penganut Hindu yang jelas-jelas berada dalam kesulitan. Betapa mulianya agama Islam ini sebenarnya.

 

Sejarah telah pula membuktikan banyaknya cerita-cerita yang serupa yang terjadi pada masa-masa kejayaan Islam dijazirah Arabia, baik itu pada pemerintahan Rasulullah Muhammad Saw maupun pemerintahan khalifah-khalifah penggantinya.

 

 

 Back to Top 

 Back to Antara Islam dan Cina; di Indonesia dan di Cina 

 Back to Main Menu