pada dasarnya...
muslim wajib selalu mempelajari apapun yang muslim tidak ketahui agar muslim menjadi tahu...

dan siapa saja bisa menjadi "guru" bagi muslim, sejauh yang diajarkannya adalah "kebenaran hakiki"...

muslim hanya menjalankan ajaran islam, yakni sebuah hadist, betapapun  lemahnya hadist tersebut, tetapi ada unsur kebenaran di dalamnya, yakni: "Carilah ilmu walaupun kenegeri cina", yang bermakna:

  1. perjalanan menuju cina adalah jauh, berat dan sulit.

  2. cina adalah (ma'af) pemuja berhala.

  3. benar-benar amat sangat sulit mendapatkan makanan halal di cina.

  4. sama sekali belum memahami bahasa cina dan adat istiadatnya.

  5. cina pada masa tersebut telah mencapai puncak ilmu pengetahuannya.

 

so...

walaupun kondisinya seperti yang digambarkan dari nomor 1 sampai nomor 5, mencari ilmu tetap harus diusahakan, kesimpulan: "sesulit apapun untuk mencari ilmu, ilmu tersebut tetap harus dipelajari".

hadist yang lain, yang sama statusnya dengan hadist di atas, yakni: "carilah ilmu sejak dari buaian hingga kuburan". yang maknanya: "tidak ada kata akhir dalam mencari ilmu"

kesimpulan dari kedua hadist-hadist tersebut adalah "sesulit apapun untuk mencari ilmu, ilmu tersebut tetap harus dipelajari, dan tidak ada kata akhir dalam mencari ilmu"

belum lagi ayat Al ~ Qur'an yang pertama kali turun, yakni Al ~ Qur'an surat Al - Alaq (96): 1 - 5.

  1. 1. (Bacalah! Bacalah! Bacalah! ...; peny.) Bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakan.

  2. Dia menciptakan manusia dari segumpal darah.

  3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah,

  4. Yang mengajari (manusia; peny.) dengan perantaraan kalam (pena/alat tulis; peny.).

  5. Mengajarkan kepada manusia apa yang belum diketahuinya.

kesimpulan:
turunnya ayat Al~Qur'an yang pertama kali adalah perintah untuk belajar, sebelum turun ayat-ayat yang lainnya yang menyangkut keimanan, syariat, sejarah, hukum, dll., hal tersebut menggambarkan betapa benar-benar amat sangat penting akan belajar itu

Dalil lainnya adalah Al ~ Qur'an surat Al - Mujadalah (58): 11.

Hai orang yang beriman (menjadi muslim; peny.)! ... Allaah S. W. T. akan mengangkat kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (Keimanan yang sejalan dengan ilmu pengetahuan, itulah pokok ketinggian dari suatu ummat dalam masyarakat Islam di dunia ini. Pengetahuan yang memuncak tinggi, tetapi kosong dari keimanan, merupakan perjalanan kemajuan yang pincang dan mengakibatkan kejahatan dan kehancuran, dan sebaliknya; peny.). Dan Allaah S. W. T. itu tahu betul apa yang kamu kerjakan

tentunya, muslim kembali memilah-milah ilmu, yang mana yang kebenaran dan yang mana yang bukan, itu satu, kedua, bilapun muslim mempelajari semuanya, bukan berarti untuk muslim terapkan bagi diri muslim.
 

penggambaran: "seorang polisi dengan sungguh-sungguh mempelajari segala cara seorang penjahat dalam melakukan perbuatan jahatnya, bukan berarti  polisi tersebut berusaha untuk menjadi penjahat, tetapi untuk mengatasi kejahatan yang akan dilakukan oleh para penjahat".
 
demikian.

 

 

 Back to Top 

 Back to Ayat-ayat Al ~ Qur'an 

 Back to Main Menu