From:Arif Tritura

 

Subject: Menara Jakarta ; Kontroversi Lagi!!!

 

Assalamualaikum Wr. Wb.

 

        Tulisan ini saya buat setelah pulang dari meliput acara Peresmian Pembangunan Kembali Menara Jakarta, Kamis, 15 April 2004 di Kemayoran (bekas bandara Kemayoran). Dan saya menulis bukan atas nama instansi  perusahaan media tempat saya bekerja. Tulisan ini atas nama saya pribadi.

 

Langsung saja pada pokok persoalan :

 

        Sebenarnya acara peresmian itu tak ada yang istimewa selain menara itu sendiri yang akan menjadi menara tertinggi di dunia (558 meter) yang masih jadi maket. Dan lokasi peresmian dilakukan di pinggir bakal lokasi menara akan dibangun (yang saat ini jadi kubangan /danau besar).

 

        Tapi, alangkah terkejutnya saya ketika saatnya berdo'a, MC memanggil seorang pastor dari Departemen Agama. Beberapa teman wartawan lain saling berpandangan. Teman yang di samping saya berbisik: "seumur-umur ngikutin peresmian bangunan bersejarah dan skala nasional baru kali ini yang mimpin doa seorang pastor."

 

        Saya pun tak bisa berbuat apa-apa selain memandangi sang pastor mengeluarkan kata-kata doanya. Dan keterkejutan saya makin bertambah  ketika melihat salah seorang tamu yang duduk di barisan depan. Kalau tidak salah saya pernah melihatnya dalam acara agama Kristen di televisi. Anda pun mungkin mengenal sosok pria bertubuh subur dan berkulit putih itu. Yang saya ingat gaya khotbahnya sangat bersemangat.

 

        Saya langsung tak berminat lagi pada acara tersebut dan ingin cepat menulis apa yang saya alami dan apa yang ada dalam pikiran saya ini.

 

        Dalam perjalanan pulang ke kantor, saya sempatkan diri makan siang di sebuah warung makan. Ternyata keterkejutan semakin menjadi-jadi saat melihat lembaran katalog Menara Jakarta yang sangat mewah (berukuran cukup besar untuk ukuran sebuah katalog sekitar 30 x 30 cm).

 

        Bukan mewahnya yang bikin saya kaget. Tapi, ternyata di situ tertulis sangat jelas : (halaman depan) welcoming the New Indonesia ... menyongsong Indonesia Baru dan dibawahnya (yang sangat menyesakkan dada saya sebagai seorang muslim) tertulis : Pray and WorshipCenter, Convention (RevivalCenter), Multimedia, EducationCenter, Trade Center dan Entertainment and Tourism.

 

        Perhatikan kalimat yang saya tebalkan! Jelas sekali kata-kata itu berbau agama nasrani! Dengan kata lain, Menara Jakarta akan dijadikan Pray and Worship Center, Convention RevivalCenter).

 

        Keyakinan saya makin menebal ketika membuka halaman dalam katalog tersebut di mana ada beberapa gambar (bukan foto). Satu gambar sebuah hall pertemuan di mana ada orang-orang sedang berkumpul di mana di sebelah gambar itu tertulis ; Invitating the Holy Spirit to Touch the Indonesian and To Make Them Experience His Mercy and Power.

 

        Di bagian bawah ada lagi sebuah gambar (yang makin memastikan bahwa katalog tersebut berbau agama nasrani) sebuah salib dan seekor burung merpati putih yang sedang mengepakkan sayapnya. (saya akan me-scan katalog ini dan akan saya kirim lagi).

 

        Di sebelah gambar itu tertulis : Compassion Ministry, Sunday Service, Worship and Praise Departmen. Dan di ujung sebelahnya lagi ada tulisan lain : To Reach and Bring Souls To Know and Worship GOD.

 

Dan gilanya lagi, di bagian belakang katalog ini tertulis :

 

PT Prasada Japa Pamudja (dgn gambar merpati putih mengepakkan sayap)

 

 - ini nama perusahaan kontraktornya.

 

For further information, please contact :

 

JakartaRevivalCenter

 

Gedung Pusat Niaga, Lt. 5 Suite528A

 

Arena PRJ Jakarta10620, Indonesia

Tlp : 62-21-4218448  Fax : 62-21-4218449   Email : JKTtower@bethanygraha.org

 

 

Graha Bethany

  Jl. Nginden Intan Timur I/29 Surabaya60118, Indonesia

  Telp : ... dst (saya tak perlu teruskan, capek juga nulis angka)

  Email : info@bethanygraha.org

 

   www.bethanygraha.org

 

 

Sahabat-sahabat muslim dan muslimah

 

        Sebagai wartawan sifat kritis saya tak bisa menerima ini semua. Kenapa? Bayangkan sebuah agama (entah itu mayoritas atau bukan) mendompleng pada sebuah menara yang notabene akan menjadi kebanggaan nasional. Apakah kita, sebagai muslim, akan bangga pada sebuah bangunan yang walaupun jadi icon bangsa, tapi jadi pusat ibadah umat agama lain?

 

        Itu pertanyaan besarnya. Anehnya, peresmian pembangunan itu dilakukan oleh Gubernur Sutiyoso (lagi-lagi bikin ulah nih si Abang!) yang kita tahu adalah seorang muslim. Dan ketua DP3K (Direksi Pelaksana Pengendalian Pembangunan Komplek Kemayoran) Ir. Abdul Muis kebetulan seorang muslim juga. Ini namanya pengangkangan (maaf kalau saya pakai kata kasar ini) terhadap umat muslim.

 

        Di websit Bethany sendiri (yang saya buka selagi menulis ini) di bagian Photo Gallery terlihat ada satu foto yang menunjukkan sebuah acara dimana seorang pastor sedang berkhotbah dan di sampingnya maket Menara Jakarta dalam ukuran cukup besar (lebih tinggi dari tubuh si pastor). Jadi, bukan hanya kesimpulan saya bahwa Menara Jakarta dijadikan icon bagi mereka umat kristiani, khususnya umat gereja Bethany.

 

        Lalu apa yang bisa dibanggakan dari Menara tersebut kalau begitu? Berarti Menara Jakarta kembali mendulang kontroversi setelah pada 1996 proyek ini pun banyak diprotes karena dianggap hanya buang-buang uang saja. Apalagi saat itu pengembang (kontraktor) pembangunannya adalah dari keluarga Cendana (Sudwikatmono and friends).

 

        Kini menara tersebut mengundang kontroversi dengan rencana umat nasrani Bethany khususnya) untuk menjadikan menara tersebut sebagai pusat ibadah mereka.

 

        Perlu diketahui biaya pembangunan menara tersebut sekitar Rp 1,4 triliun!!! Akankah kita diam saja uang sebesar itu terpakai dan yang menikmati hanya kaum tertentu???

 

        Di sisi lain saya sedih, karena saya punya teman-teman yang juga beragama nasrani. Mereka hanya akan jadi korban oleh oknum-oknum yang punya ambisi tertentu di kalangan mereka. Sama halnya dengan umat Islam ketika ada kegiatan oknum-oknum yang bisa merusak citra Islam.

 

        Saya sendiri akan meneruskan uneg-uneg saya ini ke Manajemen Qolbu sebagai representasi kaum ulama yang bisa saya percaya dan ke Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Karena dalam Pemilu kemarin, kursi DPRD DKI akan banyak dikuasai oleh anggota legislative dari PKS. Paling tidak dengan cara itu, uneg-uneg saya ini akan sampai pada Gubernur DKI dengan cara yang benar. Mumpung pembanguan menara ini akan makan waktu lama (sekitar 5 - 6 tahun). Masih banyak waktu untuk melakukan perbaikan-perbaikan, sekalipun perubahan drastis!

 

        Saya tidak minta persetujuan dari anda, sahabat-sahabat, atau mengikuti jejak saya. Saya minta maaf kalau ada di antara anda kurang berkenan dengan pendapat saya ini. Tapi, seperti hadits Nabi SAW, sampaikanlah kebenaran meski hanya sekalimat. Dan menurut saya apa yang saya sampaikan ini adalah kebenaran.

 

        Kalau anda berkenan seberkanlah tulisan ini ke teman-teman muslim dan muslimah. Dan semoga hal-hal seperti ini jadi pelajaran buat kita di waktu mendatang.

 

Wassalamualaikum Wr Wb.

   ARIF T. SYAM

Back to Top

Back to Materi Seputar Dunia Islam

Back to Main Menu

Back to Top

Back to Situasi Sesungguhnya Seputar Kristen dan Yahudi penuh dengan Kebencian

Back to Main Menu

w