Pada dasarnya semua perempuan ingin mendapatkan kepastian secepatnya akan statusnya dan keberadaannya terhadap laki-laki. Pada dasarnya perempuan tidak mau berpacaran berlama-lama, yang bahkan mengakibat banyak korban yang dialami oleh pihak perempuan.

 

Perempuan adalah sangat senang bila laki-laki yang mendekatinya berani dengan tegas menyatakan sikapnya, yakni:

  1. Bahwa si laki-laki memang benar-benar ingin menikahi si perempuan dengan cara menyatakan bahwa si laki-laki akan melamar si perempuan dengan penuh kesungguhan
  2. Bahwa si laki-laki menikah tidak berdasarkan atas dasar pemikiran yang singkat atau emosional semata, tetapi menikah untuk sekali dalam seumur hidup.
  3. Bahwa si laki-laki bersedia untuk membina pernikahan dengan saling mengisi, saling mengalah, saling menjaga, saling menasehati, dll.

 

Setelah si laki-laki menyatakan akan menikahi si perempuan, maka biasanya si perempuan akan mempelajari terlebih dahulu “siapa sesungguhnya si laki-laki tersebut”, apakah memang benar dia bertanggung jawab, apakah benar dia mau membela kepentingan keluarga yang akan dibentuk kelak, apakah si laki-laki telah matang atau dewasa sehingga dapat mengambil keputusan yang sulit dengan tenang, benar dan tepat, dengan cara mengajak si laki-laki berkeliling kepada sanak keluarganya agar si perempuan mendapatkan gambaran yang lebih jelas dan akurat tentang bagaimana sebenarnya si laki-laki tersebut dari pihak sanak keluarganya, selain itu ada manfaat lainnya si laki-laki di perkenalkan kepada sanak keluarga perempuan, yakni: untuk memperkenalkan kepada sanak keluarga si perempuan akan keberadaan si laki-laki, dan bila si laki-laki datang melamar, pihak keluarga si perempuan tidak terkejut. Masa mempelajari akan “siapa sesungguhnya si laki-laki tersebut” biasanya bisa berlangsung selama seminggu hingga 6 (enam) bulan, tergantung dari si perempuan tersebut. Setelah si perempuan mendapatkan gambaran yang jelas dan pasti tentang “siapa sesungguhnya si laki-laki tersebut” barulah si perempuan menyatakan bahwa dia bersedia atau tidak bersedia untuk menjadi istri si laki-laki tersebut.

 

Setelah si perempuan menyatakan bahwa dia bersedia menjadi istri si laki-laki, maka barulah pihak si laki-laki datang untuk melamar secara “resmi” kepada keluarga si perempuan untuk menjadi suami bagi si perempuan tersebut.

 

 

Back to Top

Back to Materi Seputar Dunia Islam

Back to Main Menu