FBI: Tak Ada Bukti Islam Terkait Tragedi WTC

Laporan: Dedi Junaedi

Jakarta-RoL-Setelah menggulingkan Taliban, membombardir Afghanistan dan berbusa-busa menuduh Al Qaida, FBI akhirnya mengakui pihaknya hingga kini belum menemukan bukti selembar kertas pun yang menyeret keterlibatan Al Qaida dalam aksi 11 September.

Berbicara pada perrtemuan Commonwealth Club di San Francisco, 19 April 2002 --kemudian dipublikasi www.Whatreallyhappened.com, www.Rense.com, dan BBCNews pada 2 Mei 2002, Direktur FBI Robert Mueller mengatakan: "Dari hasil investigasi, kami tak menemukan selembar bukti dokumen keterlibatan maupun aliran dana langsung yang mengarah adanya persekongkolan Alqaidah dan Afghanistan dalam serangan 11 September.

Pada 30 April Washington Post juga menurunkan artikel bahwa "penegak hukum sudah bekerja sekian lama melakukan penyelidikan dan penyidikan untuk merekontruksi gerakan para pembajak sebelum serangan, tapi mereka tak menemukan satu pun bukti aktual tentang persekongkolan mereka."

Lyndon LaRouche, penulis artikel itu, menegaskan tidak satu pun bukti bisa ditunjukkan pemerintah AS untuk menuduh aksi 11 September dirancang oleh Usamah bin Ladin.

Karena alasan ini, kata LaRouche, hakim pengadilan Inggris membebaskan orang yang sempat latihan terbang dan dituduh terkait dengan Tragedi WTC.

"Para pembajak ternyata tidak menggunakan laptop atau menyimpan data apa pun di hard drives komputer. Mereka berpakaian dan berakting seperti orang Amerika," jelas Robert Mueller.

Selama tujuh bulan terakhir aparat FBI bekerja siang malam. Ribuan orang disidik, Ratusan ribu dokumen keuangan dan rekaman telepon dijejak, namun hingga kini tak ada bukti yang mengarah terkait dengan serangan di New York dan Washington.

Mueller mengatakan, agen-agennya di berbagai penjuru sudah menyelidiki tiket, counter penerbangan, account bank dan rental kendaraan untuk mencari jejak. "Nyatanya jejak itu tidak nampak."

Mereka juga sudah memburu gua-gua persembunyian di Afghanistan, memeriksa bill kartu kredit orang-orang yang dicurighai terkait langsung atau tidak langsung dengan 19 pembajak pesawat, untuk mencari jejak komplotan pelaku aksi 11 September. Tapi, hasilnya selalu nihil.

Rupanya, jelas Mueller, para pembajak sengaja menyembunyikan komunikasi dengan menggunakan ratusan ponsel dan telepon berbeda, juga kartu telepon pra-bayar.

FBI menduga, para teroris -kalau benar ada- mengirim uang untuk mendanai operasi melalui account kecil-kecil sehingga sulit dideteksi. (Jun)

source : republika

Back to Top Back to Materi Seputar Dunia Islam Back to Main Menu