Versi Islam:

 

Al~Qur’an surat Al~Anbiya’ (21): 107.

“Dan Kami tiada mengutusmu (Muhammad) melainkan rahmat bagi semesta alam."

 

Al~Qur’an surat Al~Hujurat (49): 13.

Hai sekalian manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki–laki dan seorang perempuan, dan Kami jadikan kamu berbangsa–bangsa dan bersuku–suku supaya kamu saling mengenal (saling bertolong–tolongan dalam menegakkan kebenaran; peny.). Sesungguhnya semulia–mulia kamu di sisi Allaah S. W. T. ialah yang lebih bertaqwa (berserah diri kepada Allaah S. W. T. akan segala urusannya serta menjalankan segala aturan, perintah, larangan dan ajaran Islam yang asli dengan konsekuen dan rela hati; peny.) di antara kamu (bukannya harta kekayaan, pengaruh, kekuasaan, kecantikan, kepandaian, suku–bangsa, dll. yang dimiliki/dititipi Allaah S. W. T. kepada mereka; peny.). Sesungguhnya Allaah S. W. T. Maha Mengetahui lagi Maha Teliti.

 

 

Hadist Riwayat Imam Muslim, Shahihul Muslim, tafsir Ibnu Katsier juz 7 hal 322

"Sesungguhnya Allah tidak akan melihat bentuk-bentuk tubuhmu dan harta kamu tetapi akan melihat isi hati kamu dan amal-amalmu".

 

Hadist Riwayat Imam Ahmad tafsir Ibnu Katsier juz 7 hal 322

Dari Abu Dzar bahwa Rasulullah saw bersabda kepadanya: "Lihatlah, engkau tidak lebih baik dari yang berkulit merah dan pula dari yang berkulit hitam melainkan jika engkau mengunggulinya dengan taqwa kepada Allah".

 

Hadist Riwayat Abu Bakar Albazzar, tafsir Ibnu Katsier juz 7 hal 322

Rasulullah saw bersabda: "Tiada kelebihan seseorang terhadap yang lainnya melainkan dengan taqwa kepada Allah".

 

Hadist Riwayat Imam Muslim, Terjemahan Sahih Muslim

Dari Yahya bin Hushain r.a., dari neneknya Ummul Hushain, katanya dia mendengar neneknya bercerita: "Aku pergi menunaikan ibadah haji bersama Rasulullah S. A. W. ketika Haji Wada'. Ketika itu beliau berkhutbah panjang lebar. Antara lain aku mendengar beliau bersabda: "Seandainya pejabat yang kuangkat dalam pemerintahan seorang budak pontong hidung – mungkin yang dimaksud nenek, budak hitam – tetapi dia memerintah kamu dengan Kitabullah, maka hendaklah kamu patuh dan setia kepada nya".

 

Versi Kristen:

 

Ezra 9: 2.

            Karena mereka telah mengambil istri dari antara anak perempuan orang–orang itu (selain bangsa Yahudi; peny.) untuk diri sendiri dan untuk anak–anak mereka, sehingga bercampurlah benih yang kudus (bangsa Yahudi; peny.) dengan penduduk negeri (suku bangsa selain Yahudi adalah najis; peny.), bahkan para pemuka dan penguasalah yang lebih dahulu melakukan perbuatan tidak setia itu."

 

Matius 10: 5 – 6

  1. Maka kedua belas orang inilah disuruhkan oleh Yesus dengan pesannya demikian: "Janganlah kamu pergi ke negeri orang kafir (selain bangsa Yahudi/Israel; peny.) dan jangan kamu masuk ke negeri orang Samaria.
  2. melainkan pergilah kamu (hanya; peny.) kepada segala domba kaum Israel (Yahudi/Israel; peny.) yang sesat itu".

 

 

Matius 15: 24.

"Maka jawab Yesus, katanya: Tiadalah aku (Yesus;peny.) disuruhkan pada yang lain hanya kepada segala domba yang sesat dari antara Bani Israel (bangsa Yahudi/Israel; peny.)."

 

Imamat 25: 44 – 46

44.               Kalau kamu memerlukan budak, kamu boleh membelinya dari bangsa–bangsa yang tinggal di sekitarmu.

45.               Kamu boleh juga membeli anak–anak orang asing yang menetap di antara kamu. Anak–anak orang asing yang lahir di negerimu boleh menjadi milikmu,

46.               dan boleh juga kamu wariskan kepada anak–anakmu untuk menjadi budak mereka seumur hidup. Tetapi sesamamu orang Israel tak boleh kamu perlakukan dengan kasar.

 

Kejadian 9: 20 – 25

  1. Nuh menjadi petani; dialah yang mula-mula membuat kebun anggur

  2. setelah ia minum anggur, mabuklah ia dan ia telanjang dalam kemahnya,

  3. Maka Ham; bapa Kanaan itu (asal-usul ras Negro; peny.) melihat aurat ayahnya, lalu diceritakannya kepada kedua saudaranya di luar.

  4. Sesudah itu Sem dan Yafit mengambil sehelai kain dan membentangkannya pada bahu mereka berdua, lalu mereka berjalan munudr; mereka menutupi aurat ayahnya sambil berpaling muka, sehingga mereka tidak melihat aurat ayahnya.

  5. Setelah Nuh sadar dari mabuknya dan mendengar apa yang dilakukan anak bungsunya kepadanya,

  6. berkatalah ia: “Terkutuklah kanaan, hendalah ia menjadi budak yang paling hina bagi saudara-saudaranya.”

 

 

 

Back to Top Back to Perbandingan Islam-Kristen Back to Main Menu